Berpikir Dengan Hati

March 29th, 2007 by radioheaddict

Mungkin benar tatkala kita kehilangan barulah kita menyadari
Mungkin benar saat kita terluka barulah kita mengerti
Mungkin benar bila kita rasakan rindu yang sangat dalam barulah kita tahu
Seberapa besar makna dan arti seseorang bagi kita

Ada orang yang mengerti dan tahu bagaimana memperhatikan dan mencintai
Namun tak sedikit juga mereka yang tak pernah tahu caranya
Tak sedikit mereka yang melakukannya apa adanya karena tak pernah tahu bagaimana
Tapi sebenarnya dalam hati mereka tulus dan sangat peduli

Ada yang menangis tuk ekpresikan cintanya namun ada yang tersenyum sebagai ungkapan cinta
Ada yang terluka karena mencintai namun ada yang bahagia karenanya
Ada yang terpaksa berdusta karena sangat mencintai namun tuntutan kejujuran menutupi mata yang dicintai

Semuanya selalu ada dalam rangkaian kehidupan sebagai bagian yang tak terpisahkan

Untuk itu………….
Gunakanlah pikiran saat berhadapan dengan dirimu sendiri
Dan gunakanlah hati saat menghadapi orang lain
Karena berpikir dengan hati lebih cerdas dari apapun

Club8 n Sondre Lerche

March 11th, 2007 by radioheaddict

Rotated_bad_pic001 Jadi ceritanya minggu mlm kmrn gw ntn konsernya Club8 ma Sondre Lerche di Sabuga.. lmyn dgn harga tiket segitu bisa liat lebih dkt dgn si artisnya.. huhu! tapi sayang sungguh disayangkan ga buleh bawa camera euy.. scara camera di hp gw butud gt jadina huhu poek..! ya ini hanya salah 3 dari Rotated_bad_pic008 bbrp jepretan teu puguh gw! hehe! dan pas Sondre manggung.. ehh hp gw lowbat! euh gag dpt deh tuh gmbr..! yaaa relakanlah.. hihi..!Bad_pic019 sbnrnya kurang puas dgn performance club8 yang si Karolina Komstedt na meni caleuy..dan lagunya gw rasa kurang bnyk.. lupa brp lagu dia bawain y:D tp pas dia nanyi I wasnt much of a fight.. tatapan mata dia ke gw bgt euy! trus dia acungin jmpol k gw! hihi.. emang pnting gtu Nia? =D

Siapa Perempuan

July 5th, 2005 by radioheaddict
SIAPA PEREMPUAN

Adapun laki-laki, apa yang ia ketahui tentang makhluk bernama perempuan?

Apakah ia adalah setan yang selalu menggodanya.

Ataukah ia adalah berhala yang selalu dipuja-puja.

Ataukah ia kelemahan yang harus dilindungi.

Ataukah ia kesempurnaan yang harus dibela dan ditinggikan.

Ataukah ia kemuliaan yang harus diraih dengan kemuliaan.

Ataukah ia bidadari yang hanya bisa diangankan.

Ataukah ia pembawa sial yang harus dijauhi dan dibuang.

Ataukah ia adalah musuh baginya yang harus diperangi.

Ataukah ia selalu menjijikkan dan harus diterlantarkan.

Ataukah ia manusia seperti dirinya yg memiliki kekurangan sebagaimana kelebihan yg ada padanya.

Ataukah bahkan ia tak mengenalnya sehingga tak perlu menghadirkan dalam hidupnya.

Ataukah ia adalah kerusakan yang sedang mencari kerusakan.

Ataukah ia adalah kebaikan yang sedang menunggu kebaikan.

Ataukah ia kelembutan dan ketentraman yang diperlukan dalam hidupnya.

Ataukah ia yang membuatnya selalu mengangankan masa depan.

Ataukah ia yang sanggup membuatnya berani dan menjadi kuat.

Atau bahkan ia tak bisa mengatakan: siapa perempuan baginya?

Apapun jawabannya, laki-laki takkan bisa tidak menemukan perempuan dalam hidupnya. Ia bisa saja menulikan telinga atau membutakan mata, namun tidak dengan hati.

Seorang laki-laki tak bisa dilepaskan dari perempuan. Ibu yang mengandung dan melahirkannya adalah seorang perempuan. Dari sinilah ia mulai mengenal dan memahami perempuan. Ia mendapatkan ketentraman dan cinta serta kasih sayang untuk pertama kalinya adalah dari ibunya. Tentunya, semua karunia cinta ini tak lepas dari tanda kekuasaan-Nya.

Ia juga mengenal perempuan dari saudara kandungnya, adik atau kakaknya. Kemudian ia akan menemukan perempuan yang lain dengan berbagai watak di lingkungan sekitarnya. Bisa sebagai orang lain yang berjasa selain ibunya, sebagai guru atau teman bermainnya. Namun ia juga akan menemukan perempuan lain yang tak disukainya, entah sebagai kejelekan yang sama sekali jauh dari fitrah perempuan atau sebagai kejahatan yang diketahuinya.

Kelak ia pun kan dengan sendiri memahami dan mencari tahu siapa sebenarnya perempuan. Dan apa pengaruhnya dalam hidup seorang laki-laki.

Bila ia hendak mengasari perempuan sepatutnya ia mengenang ibunya. Sanggupkah ia mengasarinya sebagai balasan kasih sayang dan kelembutan yang dengan ikhlas diberikan. Kasih sayang yang tumbuh bersama kesusahan diatas kesusahan. Dari sejak mengandung sembilan bulan sampai perjuangan hidup mati ketika melahirkannya. Kemudian menyusui dan membelainya dengan sepenuh cinta.

Suatu saat seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw. Ia meminta izin untuk berzina. Seketika para sahabat yang berada disekeliling Rasul pun marah dan geram. Hendak menghardik dan mengusirnya.
Namun, dengan tenang Rasulullah menyambanginya dan mengajaknya berdialog. Tidak dengan hujatan atau dengan ancaman atau dengan mengeluarkan dalil larangan berzina.

Beliau mendekati laki-laki itu, kemudian bertanya dengan halus, “Apakah Engkau rela jika hal itu terjadi pada ibumu?”

Lelaki itu menjawab, ”Tidak, wahai Rasulullah!”

Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah engkau rela jika hal itu juga terjadi pada saudara perempuanmu”

Lelaki itu menjawabnya, “Tidak, wahai Rasulullah!”

Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau rela jika hal demikian juga terjadi pada saudara perempuan ayahmu”

Laki-laki itu pun dengan tegas mengatakan, “Tidak wahai Rasulullah!”

Kemudian Rasul pun tersenyum dan menutup pertanyaannya, “Masihkah engkau berhasrat untuk berzina?”

Laki-laki itu menggeleng sambil mengatakan, “Tidak. Sekali-kali tidak wahai Rasulullah!”

Gambaran di atas menunjukkan bahwa laki-laki sangat dekat dengan perempuan. Ia sangat mengenal perempuan, entah itu ibunya, saudara kandungnya atau bibinya.

Dengan membawa set ulang pengenalan awal tentang perempuan, seorang laki-laki akan mampu menghormati perempuan. Menghormati, bukan memuja. Mencintai, bukan menjadikannya berhala yang disembah.
Membutuhkan dan memerlukan, namun tidak dengan mengemis atau merendahkan diri.

Ia menyadari bahwa dirinya dan perempuan adalah sesama makhluk dan manusia yang sejajar.
Perbedaannya adalah ia laki-laki dan perempuan. Beda tabiat dan struktur fisiknya. Juga fitrah dan tugasnya.
Namun, semua saling memerlukan. Semua bisa bekerja sama. Kualitas dan posisi masing-masing disisi Allah dan juga manusia ditentukan dengan kualitas takwa. Takwa yang berdimensi vertikal dengan sepenuh ketundukan. Dan takwa yang berdimensi horizontal dengan kebaikan sosial.

Pada usia tertentu dalam hidupnya ia merasakan suatu perasaan yang belum pernah dirasakan dalam hidupnya. Ia menjadi mengangankan seorang perempuan. Ia merasa ingin selalu dekat dengannya. Ia ingin mendapatkan kelembutan dan ketentraman sebagaimana yang ia peroleh dari ibunya. Ia mengharap ada tempat melabuhkan kegundahan dan kegelisahannya. Ia hendak menceritakan seluruh pengalaman dan kejadian serta ingin mendapat respon yang hangat. Dan ia merasa perlu untuk melindungi seseorang. Ia
ingin menjadi pahlawan bagi kelembutan.

Perasaan ini semakin bersemi bersama usia. Namun, dimensi persemian ini berkembang sesuai dengan pemahaman dan kedewasaan bersikap. Tidak lantas hanya dengan romantisme psikis yang ingin didapatkannya.

Sebagai laki-laki yang paham, ia akan berusaha membina dirinya. Karena ia sedang mencari kebaikan. Bukan selalu mencari yang terbaik. Yang pertama akan membuatnya tenang. Yang kedua akan membuatnya semakin gelisah. Karena ia akan terus membandingkan dan terus mencari dengan selektifitas
yang tinggi. Ia menjadi sangat ketakutan. Padahal tak ada yang perlu ditakuti atau ditakutkan dari seorang perempuan bagi laki-laki. Kecuali untuk merasa cemas akan muslihat perempuan yang akan menggelincirkan dari cinta Allah menjuju kemurkaan-Nya.

Lalu, kebaikan akan mencari kebaikan. Karena kebaikan juga sedang menunggu kebaikan.

Jangan pernah mencari ketenangan setenang Khadijah, karena Anda bukan Muhammad.

Jangan pernah mencari kecerdasan secerdas Aisyah, karena Anda bukan Muhammad.

Carilah kebaikan sebagaimana kita memahami kebaikan yang ada dalam diri kita. Kebaikan yang telah kita usahakan bersemi dan berkembang dalam diri kita. Kebaikan yang kita yakini akan cocok dengan kebaikan yang sedang kita cari. Kebaikan yang akan memberi ketentraman dan kedamaian serta menyuburkan cinta dan kasih sayang.

Bukankah keteduhan akan memerlukan payung untuk berteduh?

Kematian bisa datang kapan saja (sebuah hikmah kehidupan)…

June 30th, 2005 by radioheaddict

Seorang pria mendatangi Sang Guru, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.

Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, "Kamu sakit,penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.

Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini?

Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku," kata Sang Guru.

"Tidak Guru, tidak! Saya sudah betul-betul bosan. Saya tidak ingin hidup," pria itu menolak tawaran sang guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran pria itu jadi bingung.
Setiap guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat hidup.
Yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun.

Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya dengan senang hati.
Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah botol "obat" dari Sang Guru.
Dan… ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya… Begitu santai!
Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu."

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istri pun merasa aneh sekali. "Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun ingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?"
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut.
Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah petang itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat indah.
Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum?

Ia mendatangi Sang Guru lagi.
Melihat wajah pria itu, Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh! Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Hilangkan egomu, keangkuhanmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan."

Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja. Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!

Tunggu.
Kita semua SUDAH TAHU bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA.
Tapi masalahnya: apakah kita SELALU SADAR bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA?

selamat ulang tahun perkawinan… !!

June 29th, 2005 by radioheaddict

hari ini.. 29 juni 2oo5.. 31 tahun lalu.. telah dilaksanakan pernikahan antara Ibu dan Bapakku..! SELAMAT ULANG TAHUN PERKAWINAN IBU n APA.. SEMOGA BAHAGIA SELALU… Nia Sayang Kalian Bdua…!!

alhamdulillah

June 26th, 2005 by radioheaddict

alhamdulillah.. pesantrenku seminggu udh kelar di ciburial.. seruuu!! but ini skrg akibat kedinginan kali jadi sakid :( suara jadi serak2 seksi getooo! ehehe! eniwei… aku belajar banyak dr seminggu ini dan seminggu kmaren!! subhanalloh…. Alloh memang Maha Segalanya…